Sistem Kebijakan Perdagangan Internasional

Posted: April 17, 2011 in Uncategorized

Kebijakan perdangangan internasional adalah rangkaian tindakan yang akan diambil untuk mengatasi kesulitan atau masalah hubungan perdagangan internasional guna melindungi kepentingan nasional.

Tujuan kebijakan perdagangan internasional adalah :

  • Melindungi kepentingan ekonomi nasional dari pengaruh buruk atau negative dari situasi perdagangan internasional yang tidak baik.
  • Melindungi kepentingan industry di dalam negeri.
  • Melindungi lapangan kerja.
  • Menjaga keseimbangan BOP.
  • Menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
  • Menjaga stabilitas nilai tukar

Macam-macam kebijakan perdagangan internasional yang biasa dilakukan pemerintah:

1. Tarif atau bea masuk

Pemerintah menetapkan kebijakan bahwa setiap barang yang diimpor harus membayar pajak, yang dikenal sebagai tarif atau bea masuk.

Tujuan penerapan tarif atau bea masuk adalah sebagai berikut :

  • Menghambat mpor barang-barang/ jasa luar negeri.
  • Melindungi barang / jasa produksi dalam negeri.

Pajak atau bea masuk akan menambah harga jual suatu barang/ jasa impor, sehingga diharapkan harga barang produksi dalam negeri akan lebih murah dari harga barang produksi luar negeri  yang diimpor tersebut. Hal ini dapat melindungi barang/ jasa produksi dalam negeri karena lebih murah dan lebih bisa bersaing untuk memperebutkan pelanggan.

  • Menambah pendapatan pemerintah dari pajak.

2. Kuota

Adalah suatu kebijaksanaan untuk membatasi jumlah maksimum yang dapat diimpor suatu negara.

Akibatnya:

  • Naiknya harga barang impor dalam negri
  • Mempertinggi daya saing produksi dalam negri dipasar dalam negri
  • Produksi dalam negri meningkat

3. Larangan ekspor

Melarang ekspor ke luar negri untuk jenis barang tertentu .

4. Larangan impor

Larangan produksi luar negri masuk ke dalam suatu negri

Akibatnya:

  • Melindungi perusahan dalam negri dari kebangkrutan
  • Menghindari/mengurai defisit neraca pembayaran

5. Subsidi

Agar produksi di dalam negeri dapat ditingkatkan maka pemerintah memberikan subsidi kepada produsen dalam negeri. Subsidi yang diberikan dapat berupa mesin-mesin, peralatan, tenaga ahli, keringanan pajak, fasilitas kredit, dll.

Akibatnya:

  • Harga produksi dalam negri menjadi murah
  • Mempertinggi daya saing produksi dalam negri di pasar dalam negri

6. Politik dumping

Dumping adalah salah satu kebijakan perdangan internasional dengan cara menjual suatu komoditi di luar negeri dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga yang dijual di dalam negeri. Namun pelaksanaan politik dumping dalam praktik perdagangan internasional dianggap sebagai tindakan yang  tidak terpuji (unfair trade) karena dapat merugikan orang lain.

7. Premi

Pengertian premi adalah “bonus” yang berbentuk sejumlah uang yang disediakan pemerintah untuk para produsen yang berprestasi atau mencapai target produksi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Akibatnya:

  • Produksi dalam negri dapat bersaing di luar negri.

Dumping

Menjual produksi dalam negri di luar negri lebih murah daripada dalam negri

Akibatnya:

  • Pemasaran lebih luas
  • Menghabiskan stok barang

8. Politik dagang bebas

Pemerintah memberi kebebasan ekspor dan impor

Akibat:

  • Mutu barang tinggi
  • Harga relative murah

sumber: http://www.google.com

About these ads
Komentar
  1. galihramdhan mengatakan:

    Thank you,sangat membantu

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s