SATU

Posted: Maret 2, 2011 in Uncategorized

Hari yang panas di era penanasan global seperti ini.  Matahari bersinar dengan panas yang tak tertahankan membakar kulit orang-orang yang ada di INDONESIA.  Siang ini eno harus mengantar mamanya pergi ke SMA untuk mendaftar ulang di sekolah faforit.  Karena mulai hari ini eno akan melanjutkan sekolahnya di Sekolah Menengah Atas.  Sekolahnya tak jauh dari rumahnya, tapi panas yang amat membakar kulit membuatnya malas-malasan untuk mengantar mamanya pergi. “teh ayo berangkat, udah siang nih.”ujar mamanya sambil menyisir rambutnya yang terurai panjang sebahu. “iya mah.”jawab eno dengan suara yang malas.  Dia pun harus membangkitkan dirinya dari ranjang tempat tidurnya. Tak lama kemudia terdengar suara pintu kamarnya yang sengaja dia kunci dari dalam, “tok.. tokk.. tokk.”. “Mm.. pasti mama nih.”ujarnya dalam hati. ”teh udah siap belum?? Udah siang begini juga. Nanti kita terlambat”suara yang tak asing lagi terdengar dari balik pintu kamarnya. “iya mama ku sayang.. teteh lagi siap-siap nih.”eno menjawab sambil meliahat jam dinding di kamarnya.

Beberapa lama kemudian eno keluar dari kamarnya. “aduh anak perempuan yang satu ini, kamu udah mandi belum?? Itu jigong di mana-mana.”ujar mamanya sambil membersihkan wajah eno. Eno memang paling malas mandi apalagi hari libur seperti ini, jadi kalau hari ini belum mandi bukan masalah besar untuknya.  “tetehkan cuma nganterin mama, jadi buat apa teteh mandi??? Tar juga berpeluh-peluh keringat akan membanjiri badan teteh lagi.”jawabnya dengan santai. “emang kamu nggak malu sama guru-guru di sana apa??”jawab mama tak mau kalah. “kenapa malu?? Kan teteh pakai baju mah. Lagi pula apa perduli mereka sama eno??”jawabnya seperti sedang perang pendapat yang tak ingin kalah dari siapapun. “sudah.. kalau selalu berdebat gini kita nggak akan pernah sampai sekolahmu.”ucap mama dengan sabar.

Eno mengeluarkan sepedah motornya yang berada di depan teras rumahnya dan menyalakan motor untuk dipanaskan mesinnya. Beberapa lama kemudian mereka berdua pergi ke sekolah yang tak jauh dari rumahnya. Sesampainya di sana, eno berpamitan pulang kepada mamanya “mah aku pulang ya??”ucapnya. “kamu nggak mau masuk dulu untuk melihat sekolah barumu??”. “kan kakek yang mau aku masuk di sekolah ini, bukan aku. Jadi biar kekek aja yang masuk untuk melihat-lihat sekolah ini.”jawabnya dengan nada sedikit marah. Sebenarnya eno tak ingin bersekolah di sekolah faforit seperti ini, tapi karena desakan kakeknyalah dengan berat hati dia mau bersekolah di sini. Sebenarnya dia ingin sekali bersekolah di SMA harapan, walaupun sekolah ini sekolah swasta. Entah apa yang membuatnya ingin sekali bersekolah di sana. “kamu nggak boleh ngomong seperti itu teteh. Kalau kakek dengarkan kasihan kakek.”jawab mama dengan wajah sangat lembut. Enopun menjawanya dengan perasaan bersalah karena eno teringat dengan kakeknya yang mulai sakit-sakitan “iya mah.. maafin teteh ya ma?”. “minta maaf sama kekek ya sayang.. jangan sama mama.”ucap mama dengan bijak. “iya ma, nanti teteh minta maaf sama kakek. Yaudah aku pulang ya mah… asalammualaikum”jawab eno sambil menyalakan mesin motornya. “waalaikumsalam, hati-hati ya teh”mama berkata dengan penuh perhatian. “iya mamah.”jawanya sambil berlalu meniggalkan mama di sekolah faforit itu.

to be continued…

Komentar
  1. Galie mengatakan:

    ditunggu lanjutanya…hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s