Kemiskinan dan Ketimpangan Pendapatan

Posted: April 17, 2011 in Uncategorized

1.      Kemiskinan

Yang menunjukkan bahwa seseorang dikatakan  miskin antara lain:

  • Anaw, artinya orang-orang yang miskin rohani dan tertindas kehidupannya.
  • Ebyon, artinya orang-orang pengemis yang sangat miskin.
  • Dal, adalah orang-orang yang lemah materi dan jasmani.

Di abad I sesudah Masehi dikenal kelompok manusia:

  • Honestiores, artinya orang-orang yang masuk dalam kaum bangsawan.
  • Humiliores, adalah orang-orang kaum rendahan yang miskin, yang terdiri dari kaum miskin berutang dan dan golongan budak.

Kemiskinan sebagai gejala ekonomi sering dikaitkan dengan ethos kerja yang rendah,

malas dan sifat boros.  Pada dasarnya konsep kemiskinan dikaitkan dengan perkiraan tingkat income atau pendapatan dan kebutuhan. Kebutuhan dibatasi pada kebutuhan pokok atau kebutuhan dasar minimum yang memungkinkan seseorang hidup secara layak. Jika tingkat income tidak dapat mencapai kebutuhan minimum maka orang atau keluarga itu disebut miskin. Tingkat income minimum itu merupakan pembatas antara keadaan miskin dan tidak

miskin, ini sering disebut garis kemiskinan (poverty line), dan dikenal sebagai garis

kemiskinan mutlak (absolute).

Ada pula yang disebut kemiskinan relatif, kemiskinan ini tidak ada garis kemiskinannya. Seseorang yang tinggal di kawasan elit, yang sebenarnya memiliki income sudah cukup mencapai kebutuhan minimum, tetapi incomenya masih jauh lebih rendah dari rata-rata income masyarakat sekitarnya. Orang atau keluarga tersebut merasakan dia masih miskin, karena kemiskinan relatif ini lebih banyak ditentukan oleh kondisi lingkungan.

Indikator Kemiskinan

Garis kemiskinan ditentukan oleh kebutuhan minimum, kebutuhan minimum ini

dipengaruhi oleh:

1. Adat/kebiasaan/selera

2. Tingkat pembangunan

3. Iklim/lingkungan/daerah

4. Umur/jenis kelamin/suku

5. Status sosial.

Penyebab dan Jenis-jenis Kemiskinan

Penyebab kemisikinan sangat banyak, antara penyebab dan akibat sering berbalik

misalnya miskin disebabkan pendidikan rendah, juga pendidikan rendah disebabkan

miskin. Penyebab dan jenis-jenis kemiskinan belum ada yang baku atau standar, sering

terjadi tumpang tindih. Secara garis besarnya dapat diungkapkan antara lain :

1. Kemiskinan alami (natural) adalah kemiskinan yang disebabkan keadaan alam

suatu daerah yang miskin. Contohnya dulu di daerah Gunung Kidul yang

tanahnya/alamnya sangat miskin sehingga penduduknya banyak yang miskin.

Kemiskinan ini hanya dapat di atasi dengan bantuan dari luar daerah.

2. Kemiskinan budaya (kultural) adalah kemiskinan yang disebabkan kondisi sosial

budaya penduduk di daerah itu mendukung kemiskinan. Contoh di Nias karena

banyaknya pesta adat sehingga terjadi utang adat dan akhirnya mereka menjadi

miskin. Kemiskinan ini sangat sulit dan membutuhkan waktu yang lama untuk

diatasi.

3. Kemiskinan struktur (structural) adalah kemiskinan yang disebabkan keadaan

struktur pemerintahan, struktur pendistribusian fasilitas yang membuat suatu

daerah penduduknya menjadi miskin. Contoh, penduduk di luar Jawa banyak

miskin karena hasil minyak lebih banyak digunakan di Jawa.

Herman Suwardi mengungkapkan bahwa pada zaman kolonial Belanda di Jawa telah

terjadi industrialisasi pertanian (perkebunan tebu milik Belanda) yang dihimpitkan di atas

pola ekologi sawah (padi sawah rakyat). Himpitan ini disambut oleh petani sawah dengan

cara adaptasi mekanisme kalahkan diri sendiri, yang akhirnya menumbuhkan kemiskinan

bagi petani.

2.      Ketimpangan Pendapatan

Ketimpangan pendapatan adalah menggambarkan distribusi pendapatan masyarakat di

suatu daerah/wilayah pada waktu/kurun waktu tertentu. Kaitan antara kemiskinan dan

ketimpangan pendapatan ada beberapa pola yaitu:

1. Semua anggota masyarakat mempunyai income tinggi (tak ada miskin) tetapi

ketimpangan pendapatannya tinggi.

2. Semua anggota masyarakat mempunyai income tinggi (tak ada miskin) tetapi

ketimpangan pendapatannya rendah. (ini yang paling baik).

3. Semua anggota masyarakat mempunyai income rendah (semuanya miskin) tetapi

ketimpangan pendapatannya tinggi.

4. Semua anggota masyarakat mempunyai income rendah (semuanya miskin) tetapi

ketimpangan pendapatannya rendah.

5. Tingkat income masyarakat bervariasi (sebagian miskin, sebagian tidak miskin)

tetapi ketimpangan pendapatannya tinggi.

6. Tingkat income masyarakat bervariasi (sebagian miskin, sebagian tidak miskin)

tetapi ketimpangan pendapatannya rendah.

7. Tingkat income masyarakat bervariasi (sebagian miskin, sebagian tidak miskin)

tetapi ketimpangan pendapatannya tinggi.

sumber: www,google.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s