“Competitive Advantage via Synergy in processes and operations: The International Joint Ventures Way” Dileep Singh – Dr. Geetika 2008

Posted: Maret 4, 2012 in teori ekonomi 2

Beberapa perusahan pernah mengalami masalah keterbatasan finansial(modal) dan sumber daya manajerial. Oleh karena itu, dalam rangka menanggulangi permasalahan tersebut, perusahaan mengadakan aliansi(joint venture). Dengan adanya joint venture, perusahaan-perusahaan induk yang terikat dalam joint venture akan membuka usaha baru bersama dan mereka bersama–sama mengelola finansial(modal) dan sumber daya manajerialnya. Biasanya manajer yang mengelola perusahaan joint venture akan dilatih khusus untuk mengawasi jaringan perusahaan. Perusahaan joint venture adalah perusahaan yang melibatkan dua atau lebih perusahaan induk, dimana masing – masing perusahaan memainkan peran investasi di perusahaan gabungannya. Joint Venture adalah perjanjian aliansi komersial untuk jangka waktu tertentu antara dua pihak atau lebih dimana hak dan kewajiban masing – masing anggota biasanya disajikan dalam dokumen tertulis.

Joint venture membuka peluang untuk perusahaan masuk ke pasar yang baru, perluasan pasar yang ada, integrasi vertikal, integrasi horizontal, diversifikasi, dll. sehingga perusahaan dapat memperoleh pembelajaran demi langkah maju pertumbuhan dan ekspansi usahanya. Sebuah perusahaan joint venture tergolong joint venture internasional(IJV) jika setidaknya  ada satu mitra yang berkantor pusat di luar negara operasi atau jika usaha itu beroperasi secara signifikan pada lebih dari satu negara. Oleh karena itu, sebuah IJV dapat didefinisikan sebagai kerjasama antarperusahaan lintas negara(internasional) yang menghasilkan nilai ekonomi dalam jangka waktu tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah didefinisikan. Jurnal ini berusaha memaparkan tentang keunggulan kompetitif yang tercipta melalui sinergi, sinergi tercipta dari proses operasi; penggabungan sumber daya komplementer setiap perusahaan yang memiliki keunggulan komparatif.

Jurnal ini menceritakan salah satu contoh IJV(International Joint Venture), yaitu joint venture antara Tata Motors(India) dan Fiat(Italia) demi menciptakan sinergi operasional. Tata mempelajari teknik modern untuk mendukung rencana pertumbuhan perusahaannya, sedangkan Fiat(Italia) berusaha untuk mengembangkan pangsa pasarnya di pasar mobil India.

Kedua perusahaan ini saling belajar sehingga terbentuk sinergi yang berawal dari IJV :

  • Industri mobil India yang melakukan IJV, yaitu Tata dengan Fiat(Itali) atau Maruti(India) dengan Suzuki(Jepang), kedua perusahaan akan menggunakan input yang sama jika mereka beroperasi secara independen. IJV menciptakan skala ekonomi dan economies of scope.
  • Proses produksi umum: teknologi dasar, pemrograman, penjadwalan, dan proses lainnya sama, namun jika India ingin: menyewa jasa negaralain untuk mengembangkan teknologi merupakan suatu pemborosan dalam biaya, sumber daya, dan waktu; membeli teknologi membutuhkan modal tambahan dan biaya perawatan mesin; berkolaborasi dengan Negara lain, hal ini lebih efisien karena perusahaan akan berbagi manfaat juga risiko. Oleh karena itu, pilihan ketiga yang paling cocok.
  • Distribusi umum & proses penjualan: Perusahaan asing mendapat pengetahuan tentang pasar lokal. Meningkatkan daya saing antara perusahaan asing dan lokal sehingga tercipta.keunggulan komparatif. IJV menghasilkan skala ekonomi karena perampingan organisasi & pengurangan duplikasi pekerjaan. Sinergi ini menciptakan keunggulan kompetitif untuk IJV. Efektivitas biaya dan diversifikasi risiko menghalangi pesaing lainnya untuk memasuki pasar sehingga IJV menjadi pemain yang dominan. Dalam basis pelanggan, IJV meningkatkan pasar tenaga kerja dan produksi sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi local.

Perusahaan joint venture yang sukses dimulai dari rencana rinci, dirancang, dan memiliki perjanjian hukum yang komprehensif. Kombinasi dari hukum(perjanjian joint venture) dan teknis pelaksanaan menawarkan keuntungan bagi perusahaan yang tergabung ke dalamnya atau aliansi. Transfer teknologi merupakan masalah sensitif dan sulit yang dihadapi manajemen perusahaan. Untuk mengatasi masalah tersebut, kemungkinan perusahaan akan bergabung dengan perusahaan lain untuk menciptakan usaha baru dalam rangka menutup kebutuhan modal. IJV menciptakan keuntungan bagi kedua pemain dan sinergi yang tercipta mengarahkan perusahaan menuju pada spesifikasi dan spesialisasi sehingga perusahaaan memiliki keungggulan kompetitif dan komparatif. Diharapkan dengan adanya IJV maka akan ada sinergi antarperusahaan sehingga mereka dapat mengembangkan pangsa pasarnya.

lailla dan dewi

http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/prihantoro/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s