All About Bank

Posted: April 2, 2012 in Bank dan Lembaga Keuangan

Bank merupakan badan usaha di lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak. Bank biasa disebut perantara keuangan atau finansial intermediary karena fungsinya yang menyalurkan dana atau sebagai perantara bagi masyarakat yang kelebihan dana dan kekurangan dana. Selain itu bank juga sering dikatakan sebagai penjual uang karena fungsinya juga yang hanya menerima uang dari tangan kanan dan menyalurkan kembali uang itu dalam bentuk investasi dengan menggunakan tangan kiri. Bank mengolah dan meyeleraskan sumber dana (source of fund) dalam bentuk simpanan dana masyarakat (atau disebut dengan pihak ketiga atau surplus unit) dengan penyaluran dana berupa alokasi investasi (tapi dengan tetap mempertimbangkan likuiditasnya) didalam memanajemen dana bank.

Bank mendapatkan keuntungan dengan meminjamkan dana kepada masyarakat yang deficit dengan menentukan bunga dan membayarkan bunga kepada pihak ketiga karena telah menyimpan dananya di bank, sehingga selisih dari keduanya merupakan keuntungan yang didapat Bank. Misalkan : Si A menyimpan uanganya ke bank sebesar 1 juta dengan jaminan mendapatkan bunga sebesar 2% setiap bulannya, kemudian di Bank uang tersebut disalurkan kepada si B sebesar 1 juta dengan jaminan bahwa B akan membayar bunganya sebesar 3% per bulannya. Sehingga setiap bulannya bank harus membayar pada pihak ketiga yaitu si A sebesar Rp. 20.000,- dan menerima uang dari B sebesar Rp. 30.000,-. Sehingga selisih dari keduanya yang akan menjadi profit margin bagi Bank yaitu sebesar Rp. 10.000,-. Jadi, Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian bank dalam manajemen dana bank adalah profitabilitas bank dan memperhatikan likuiditas yang selalu dapat membayar kewajibannya terhadap potensi penarikan atau kebutuhan dana yang diminta oleh pihak ketiga.

Dengan memegang teguh asas demokrasi ekonomi yang menggunakan prinsip kehati-hatian demi terwujudnya pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional juga terwujudnya kesejahteraan rakyat banyak. Berdasarkan jenisnya bank terbagi menjadi dua yaitu bank umum dan bank perkreditan rakyat yang mempunyai fungsinya masing-masing. Dimana bank umum mengkhususkan diri untuk melaksanakan kegiatan yang lebih besar secara konvensional dan berdasarkan prinsip syariah yang memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sedangkan bank perkreditan rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Β 

Bank Indonesia mempunyai satu tujuan yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah dan nilai tukar yang wajar merupakan sebagian prasyarat bagi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kegagalan dalam memelihara kestabilan ekonomi diperlihatkan dengan naiknya harga-harga yang dapat merugikan karena berakibat menurunnya pendapatan rill masyarakat dan melemahkan daya saing perekonomian nasional dalam kancah perekonomian dunia. Tujuan Bank Indonesia untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah tersebut perlu ditopang dengan tiga pilar utama yaitu kebijakan moneter dengan prinsip kehati-hatian, sistem pembayaran yang cepat dan tepat serta sistem perbankan dan keuangan yang sehat.

Secara umum ciri khas dari laporan keuangan yang ada di bank terdiri dari neraca, laporan laba\rugi, dan laporan rekening administrative. Laporang keuangan rekeningΒ  administratif disebut juga sebagai daftar komitmen dan kontijensi yang artinya bersifat off balance sheet. Rekening ini bersifat sementara yang belum mempengaruhi neraca karena syaratnya belum terpenuhi. Sebagai contoh : adanya agunan dalam pemberian kredit, tapi agunan tersebut tidak bisa langsung dimasukan kedalam neraca. Selama kualitas kreditnya lancar maka agunan tidak bisa dimasukan kedalam neraca, tapi jika kreditnya macet maka agunan tersebut menjadi milik bank dan dapat dimasukan didalam posisi neraca bank. Laporan keuangan bank tidak hanya digunakan bagi bank itu sendiri, melainkan diperlukan juga oleh bank Indonesia sebagai lembaga pengawas bank serta masyarakat luas untuk menentukan bahwa bankΒ  itu sehat atau tidak. Bank Indonesia pun tetap harus memberikan perlindungan kepada nasabah jika terkena dampak bank yang tidak sehat atau mengalami gangguan keuangan.

Oleh karena itu, salah satu peraturan perbankan yang paling penting dan mejadi muara akhir atau hasil dari aspek pengaturan dan pengawasan perbankan yang menunjukan kinerja perbankan nasional adalah tata cara penilaian kesehatan bank. Tata cara penilaian kesehatan bank ini secara umum telah megalami perubahan sejak peraturan pertama kali diberlakukan pada tahun 1999 (CAMEL). Selanjutnya peraturan tersebut dirubah pada tahun 2004.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s