Tingkat Suku Bunga Kredit Investasi

Posted: Mei 28, 2012 in Bank dan Lembaga Keuangan 2

Tingkat suku bunga kredit investasi dari keempat kelompok bank terjadi penurunan dan juga peningkatan yang signifikan. Namun, jika dilihat secara keseluruhan dari data statistic yang ada, tingkat suku bunga kredit investasi dalam sepuluh tahun terakhir mengalami penurunan. Tingkat suku bunga pada tahun 2002 yaitu sekitar 17% sedangkan ditahun 2011 tingkat suku bunganya hanya sebesar 10%.

Jika dilihat dari masing-masing kelompok bank ternyata rata-rata tertinggi tingkat suku bunga kredit investasi terjadi pada kelompok bank BPD (Bank Perkreditan Daerah) yang disusul oleh BUSN (Bank Umum Swasta Nasional) kemudian BUMN (Bank Umum Milik Negara) dan yang terakhir rata-rata tingkat suku bunga yang terendah terjadi pada kelompok bank JV (Joint Venture), seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini:

Terlihat jelas bahwa rata-rata suku bunga kredit investasi terbesar yaitu sekitar 14.80% dan yang terendah sebesar 12.87%. Data statistic yang telah tersedia di atas memperlihatkan bahwa terjadi lonjakan yang sangat signifikan pada tahun 2005 dan 2008. Kenaikan tingkat suku bunganya dapat kita lihat dari diagram berikut ini :


Kenaikan drastis tersebut terjadi karena tingkat inflasi yang juga naik secara drastis pada tahun tersebut sehingga mengubah tingkat suku bunga kredit investasi. Kenaikan tingkat suku bunga kredit investasi dikarenakan masih tingginya presepsi perbankan terhadap penyaluran kredit jangka panjang yang dilihat dari pertumbuhan kredit investasi yang rendah. Tercatat pada tahun 2005 terjadi inflasi terbesar semenjak pasca reformasi yaitu sebesar 17.11% dikarenakan kenaikan harga barang kebutuhan meningkat sejalan dengan disusulnya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sedangkan pada tahun 2008 di Indonesia terjadi inflasi yang cukup besar pula yaitu sebesar 6 sampai 6.5% yang juga disebabkan oleh lonjakan harga komoditas pangan.Dari diagram itu muncul pertanyaan mengapa pada tahun 2005 dan 2008 terjadi kenaikan yang sangat drastis?

Tetapi mengapa bank BPD pada tahun tersebut justru stabil menurun?

Hal ini mungkin dikarenakan masih kurangnya keinginan masyarakat daerah untuk meminjam dana investasi jangka panjang di bank. Selain itu, tingkat bankable di daerah masih rendah. Mungkin masyarakat di daerah masih lebih tertarik meminjam di Β koperasi yang pada dasarnya bersifat kekeluargaan. Dan juga jumlah peminjam di BPD masih sangat sedikit, sehingga tingkat resiko terhadap kredit macet juga kecil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s