Contoh Kasus Sistem Kliring

Posted: Juni 4, 2012 in Bank dan Lembaga Keuangan 2

Kasus Pertama :

Pada suatu hari Atun yang mempunyai tabungan di Bank BRI Jakarta dan harus mengirimkan sejumlah uang kepada Joko yang mempunyai rekening di  BPD Papua. Dari ilustrasi di atas, kita ketahui bahwa Atun dan Joko mempunyai rekening pada bank yang berbeda. Selain Bank yang berbeda, tempat kedua bank tersebutpun berbeda pula. Oleh karena perbedaan tersebut, kedua bank  harus mencari dimana suatu wilayah atau daerah terdapat kedua bank tersebut, skema alurnya akan diperlihatkan sebagai berikut :

Gambar 1. Skema Alur Transaksi Jika Kedua Bank dan Wilayahnya Berbeda.

Setelah ditelusuri, tenyata di wilayah Makasar terdapat kedua bank tersebut berdiri. Disanalah akan terjadi proses transaksi kliring. Tapi sebelumnya BRI Jakarta tempat Atun menyimpan uangnya akan mentrasfer sejumlah uang ke BRI Makasar dengan mengurangkan jumlahnya pada di Rekening Antar Kantor dan mengurangkannya pula pada tabungan Atun. Kemudian, BRI Makasar akan melakukan sistem kliring antara BRI Makasar dengan BPD Makasar. Jumlah uang yang telah dikirimkan melalui proses kliring akan masuk kedalam R/K pada BI atas nama bank BPD Makasar, kemudian BPD Makasar akan merntransfer uang itu ke BPD yang ada di Papua dimana Joko memiliki akun rekening tabungan. Jurnal pencatatan di setiap bank dapat di lihat pada gambar diatas.

Kasus Kedua :

Pada kasus kedua hampir sama dengan kasus pertama. Dimana Atun yang akan mengirimkan sejumlah uang  kepada Joko, ternyata keduangnya memiliki rekening pada bank yang berbeda. Tapi setelah di telusuri dimana kedua bank tersebut berdiri pada satu daerah tidak ditemukan satupun di pelosok penjuru tanah air. Oleh karena tidak adanya satu daerah sama yang ditempati oleh kedua bank hadirlah bank lain yang berdiri pada satu wilayah yang sama. Alur peruputarannya dapat kita lihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 2. Skema Alur Transaksi Jika Kedua Bank dan Wilayahnya Berbeda dan Tak Ada Satu Wilayah yang Sama Berdirinya Kedua Bank Tersebut.

Bank Niaga tempat Atun menyimpan uangnya yang akan dikirimkan kepada Joko, yang memiliki rekening di BPD Papua ternyata tidak menemukan satu wilayah yang sama dimana kedua bank tersebut berdiri. Karena itu, bank Niaga Jakarta akan mencari bank lain yang memiliki cabang pada satu wilayah yang sama dengan BPD Papua. Setakh ditelusuri, ternyata BRI Makasar satu daerah dengan BPD Papua yang ada di Makassr. Bank Niagapun segera melakukan proses kliring ke bank BRI Jakarta, kemudian BRI Jakarta akan mentransfer sejumlah uang kepada BRI Makasar. Uang yang telah diterima BRI Makasar selanjutnya akan dilakukan  sistem kliring dengan BPD Papua Makasar. Setelah diterimanya uang tersebut, BPD Makasar akan mentransfer sejumlah uang ke BPD Papua dimana Joko merupakan nasabah bank tersebut. Jurnal pencatatannyapun dapat dilihat pada gambar diatas.

Kasusu Ketiga :

Pada kasus ketiga ini ternyata pengiriman uang dibatasi oleh Negara yang berbeda. Sebagai ilutrasinya dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 3. Skema Alur Transaksi yang Dibatasi Oleh Dua Negara yang Berbeda.

Atun ternyata pergi ke Luar Negeri sebagai TKI yang akan mengirimkan sejumlah uang kepada Joko sang suami yang berada di Indonesia. Atun ingin mengirimkan uang gaji yang diterimanya kepada sang suami yang tinggal di Indonesia. Ada dua cara yang dapat ditempuh untuk melakukan transaksi antar Negara tersebut.

Yang pertama Atun memberikan uangnya kepada Bank of Saudi  kemudian Atun akan mendapatkan surat. Surat yang diterima Atun segera dikirimkan kepada Joko yang berada di Indonesia. Joko yang telah menerima surat tersebut segera mencairkan uang itu di Bank  BNI Jakarta. Proses ini dikatakan sebagai Bank Draft yang diperlihatkan pada alur yang berwarna krem.

Yang kedua  dengan melakukan proses Payment Order. Payment Order dapat dilihat pada gambar diatas dengan alur perwarna pink. Atun yang memiliki uang akan memberikan uangnya kepada Bank of Saudi kemudian mengirimkannya kepada Bank BNI Jakarta yang telah mempunyai hubungan kerjasama atau hubungan baik antar kedua bank tersebut. Tanpa adanya hubungan baik antar kedua bank tersebut, yang berbeda Negara pula tak akan dapat melakukan proses transaksi. Hubungan baik antara Bank of Saudi dengan BNI Jakarta disebut dengan Corespondent Bank. Setelah mendapatkan uang, BNI Jakarta segera memberitahukan Joko dengan mengirimkan surat kemudian Jokopun segera mencairkan uangnya ke Bank BNI Jakarta.

Sedangkan pada alur yang berwarna ungu, Atun yang datang ke Bank of Ahmed malah direkomendasikan Bank of Saudi yang telah mempunyai hubungan baik dengan Bank BNI Jakarta. Atun bisa saja langsung pindah tempat melalui Bank of Saudi atau dapat menggunakan jasa Bank of Ahmed untuk mengerjakan semua transaksi itu melalui Bank of Saudi.

Dari studi kasus diatas diperlihatkan bahwa transfer dan kliring merupakan dua hal yang berbeda. Transfer merupakan proses pemindahan uang yang dilakukan oleh Bank yang sama tapi beda daerah atau kantornya berbeda. Sedangkan Kliring adalah proses pemindahan uang yang dilakukan oleh dua bank yang berbeda dalam satu wilayah yang sama dengan menggunakan perantara jasa Bank Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s